Rabu, 18 Februari 2009

Nyeri Dada

Pada kasus kali ini diinformasikan bahwa pasien seorang laki-laki umur 40 tahun, datang ke RS dengan keluhan nyeri dada. Hasil anamnesis tidak didapatkan sesak nafas, lekas capek, maupun dada berdebar. Kebiasaan merokok 2 bungkus sehari. Kebiasaan olahraga jarang, kadang seminggu sekali. Riwayat penyakit tidak menderita diabetes mellitus. Ada rasa takut terkena penyakit jantung karena ayahnya pernah mengeluh nyeri dada, dirawat inap, dan dinyatakan menderita sakit jantung koroner. Pemeriksaan fisik didapatkan : kesadaran compos mentis, tekanan darah: 120/80 mmHg, denyut nadi : 80x / menit, irama reguler, isian cukup. Respirasi rate : 18x / menit, JVP tidak meningkat. Pada inspeksi menunjukkan apeks tidak ada heaving, nampak linea medioclavicularis sinistra di SIC IV. Pada palpasi didapatkan apeks di SIC IV linea medioclavicularis sinistra, tidak ada thrill. Pada perkusi didapatkan pinggang jantung normal, apeks di SIC IV linea medioclavicularis sinistra. Pada auskultasi : bunyi jantung I intensitas biasa, bunyi jantung II intensitas biasa, normal splitting. Tidak bising. Tidak ada gallop. Tidak ada ronkhi. Pemeriksaan lab normal. Pemeriksaan tambahan EKG normal. Foto thorax CTR = 0,49, vascularisasi perifer normal, aorta tidak menonjol, pinggang jantung normal. Apeks tidak bergeser ke lateral atau lateral bawah. Pemeriksaan exercise stress test (treadmill test) normal. Pemeriksaan echo cardiografi menunjukkan jantung dalam batas normal. Dari informasi ini penulis mengambil hipotesis bahwa pasien dalam keadaan normal.
Sistem kardiovaskuler merupakan sistem yang berfungsi untuk mempertahankan kualitas dan kuantitas dari cairan yang ada di seluruh tubuh. Sirkulasi darah dimulai dari jantung yang berfungsi sebagai pompa. Jantung merupakan organ muskular berongga yang bentuknya mirip piramid dan terletak di dalam perikardium di mediastinum. Jantung memiliki tiga permukaan : facies sternocostalis, diaphragmatica, dan basis cordis. Jantung dibagi oleh septa vertikal menjadi empat ruang: atrium dextrum, atrium sinistrum, ventriculus dexter, dan ventriculus sinister. Darah kemudian dialirkan melalui aorta yang diteruskan melalui cabang-cabang pembuluh darah yang lebih kecil (arteria) dan akhirnya ke anyaman kapiler (capilary bed). Pembuluh darah mempunyai selapis sel endotel yang melapisi lumennya di manapun. Di dalam jaringan terjadi pertukaran zat antara darah dan jaringan, kemudian darah akan dialirkan kembali ke jantung melalui pembuluh darah balik (vena). Aliran darah melalui perifer dipengaruhi oleh mekanisme pengaturan instrinsik dan ekstrinsik. Mekanisme pengaturan ekstrinsik yang utama adalah saraf simpatis. Pengaturan intrinsik aliran darah diatur oleh keadaan jaringan lokal dan sangat penting dalam optimasi aliran darah ke otak dan jantung. Secara lengkapnya telah penulis sampaikan pada tinjauan pustaka.
Berikut penulis akan membahas mekanisme gejala. Pertama nyeri. Nyeri yang terlokalisasi dengan baik, nyeri superfisial dan rasa tidak enak dinding dada yang nyeri pada perabaan bukan tanda khas iskemia miokard. Angina cenderung menyebar dari aksila ke arah bawah menuju bagian dalam lengan bukannya ke arah aspek lateral tangan, yang lebih khas untuk nyeri muskuloskeletal. Nyeri angina berlangsung cepat, kurang dari 5 menit, dan biasanya diprovokasi oleh aktivitas fisik, emosi, makanan, ansietas, perubahan temperatur sekitar, atau merokok. Gallop termasuk bunyi jantung yang terjadi ketika adanya aliran cepat pada bunyi jantung S3 atau S4. Bunyi jantung S3 terjadi saat ventrikel relaksasi, sedangkan bunyi jantung S4 saat atrium kontraksi. Ronkhi terjadi apabila terjadi hipertensi pulmonal akibat gagal jantung kiri. Denyut apeks bergeser biasanya terjadi pada dilatasi atau aneurisma ventrikel kiri, Heaving terjadi pada hipertrofi atau dilatasi ventrikel kiri. Pemeriksaan darah yang biasanya dilakukan pada suspek penyakit kardiovaskuler antara lain: analisis gas darah, biomarker, LED, Kolesterol total, dsb. Hal ini berhubungan dengan faktor risiko. Kadar LDL yang tinggi dalam darah akan mengakibatkan arteriosklerosis yang berhubungan dengan penyakit jantung koroner. Arteriosklerosis ini berkaitan dengan proses inflamasi dimana makrofag memfagositosis LDL yang masuk ke subendotel dan kemudian berubah menjadi sel busa dan menyumbat lumen. LDL dapat meningkat akibat gaya hidup yang kurang sehat seperti jarang berolahraga, makan makanan berlemak, dll. Rokok (dalam hal ini nikotin) juga mengakibatkan hal yang sama. Diabetes mellitus juga berperan dalam hal ini meninggikan kadar gula dalam darah sehingga darah lebih mudah mengental.


13 comments:

Veni Wulandari mengatakan...

PBL mesti pake Referensi dunk....

Veni Wulandari mengatakan...

tApii bAGus kok..
aKoo mInta buadd aRsipku yahh

Anonim mengatakan...

Bagus mas blognya, ajari saya ya mas.. maklumlah sy masih pemula

Mulki Rakhmawati mengatakan...

sam, mulki izin ngelink yah.

senseheal mengatakan...

nice blog.. visit my blog 2 y..

Diann mengatakan...

Ihhh, Asikk Bangett Siii..
Ada FaceBook Ga??
Hee..

Diann mengatakan...

Eh, Yang d Atas iTu Gw, salah ngetik URL jd Ga NgeLink Dehh, Hee..

Btw Salam KenaLL..

admmedicomp mengatakan...

Menjadi Dokter Spesialis adalah impian setiap Dokter. Anda dapat mempunyai kesempatan untuk mendapatkan beasiswa Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) dengan mengunjungi link ini : http://beasiswa-ppds.cjb.net/ atau berkesempatan menjalani Program Pendidikan Dokter Spesialis dengan tenang karena tidak perlu memikirkan besarnya biaya karena anda akan mendapatkan kesempatan menjalani Program Pendidikan Dokter Spesialis Gratis dengan mengunjungi link ini : http://ppds-gratis.cjb.net/

Anonim mengatakan...

maz bisa minta fbny????
ak jg mau tanya2

Anonim mengatakan...

Bang.... comment blog ku dong ---->>>

www.impact23.wordpress.com sebenarnya udah lama.. cuman ngak pernah nulis, ni baru mulai mau nulis lagi.. ok..ok...

Anonim mengatakan...

wah saya sangat appresiasi sekali dengan pekerjaan kamu.. good job..
mungkin nanti bisa buat referensi ni,, tapi seperti kata veni baiknya ada referensinya.. oya.. saya ada blo gkesehatan juga.. baru aja dan lagi smangat2nya untuk menulis.. kita bisa saling tukar pengetahuan..
ini alamatnya http://kliniknyeri.blogspot.com/

Anonim mengatakan...

makasih, samuel infonya..
saya menyukai tulisan.tulisannya.
nice to being friend :)

videomedical mengatakan...

Artikelnya bagus, cuma kalo boleh saran, sebaiknya anatomi fisiologi ditaruh paling atas baru contoh kasus dibawah