Rabu, 18 Februari 2009

Keringat

Rangsangan area preoptik di bagian anterior hipotalamus baik secara listrik maupun panas yang berlebihan akan menyebabkan berkeringat. Impuls dari area yang menyebabkan berkeringat ini dihantarkan melalui jaras saraf otonom ke medulla spinalis dan kemudian melalui jaras saraf simpatis mengalir ke kulit di seluruh tubuh.

Kelenjar keringat dipersarafi oleh saraf-saraf kolinergik tetapi juga dapat dirangsang di beberapa tempat oleh epinefrin atau norepinefrin yang bersikulasi dalam darah. Hal ini penting pada saat berolahraga, saat hormon ini dihasilkan oleh kelenjar adrenal dan tubuh perlu melepaskan panas yang berlebihan yang dihasilkan oleh otot yang aktif.
Mekanisme sekresi keringat:
Kelenjar terdiri dari dua bagian: (1) bagian yang bergelung di sbdermis dalam yang menyekresi keringat, dan (2) bagian duktus yang berjalan keluar melalui dermis dan epidermis kulit. Bagian sekretorik kelenjar keringat memproduksi cairan yang disebut dengan secret primer, kemudian konsentrasi zat-zat dalam cairan tersebut dimodifikasi sewaktu berjalan melalui duktus.
1. Secret dihasilkan oleh sel-sel epitel yang melapisi bagian yang bergelung dari kelenjar keringat. Serabut saraf simpatis kolinergik berakhir pada atau dekat dengan sel-sel penghasil secret tersebut.
2. Komposisi keringat mirip dengan plasma tetapi tidak mengandung protein plasma. Kandungan natrium sekitar 142 mEq/L dan klorida 104 mEq/L.
3. Apabila kelenjar keringat ini sedikit dirangsang sehingga keringat akan berjalan lambat melalui duktus, kandungan natrium dan klorida akan mengalami absorpsi sehingga tekanan osmotic berkurang sehingga cairan banyak diserap. Konsentrasi unsur lain dalam keringat akan semakin pekat, seperti urea, asam laktat dan ion kalium.
4. Sebaliknya, bila kelenjar keringat dirangsang dengan kuat, secret precursor akan disekresi lebih banyak dengan lebih banyak natrium dan klorida. Selain itu, karena keringat mengalir dengan cepat maka cairan yang direabsorpsi sedikit sehingga hanya sedikit peningkatan konsentrasi dari unsur lainnya.
Mekanisme penurunan suhu bila tubuh terlalu panas:
1. Vasodilatasi pembuluh darah. Pada hampir semua area tubuh, pembuluh darah mengalami dilatasi. Hal ini disebabkan oleh hambatan pusat simpatis di hipotalamus posterior yang menyebabkan vasokonstriksi. Vasodilatasi akan meningkatkan kecepatan pemindahan panas ke kulit sebanyak delapan kali lipat.
2. Berkeringat. Efek peningkatan suhu tubuh sebanding dengan kecepatan kehilangan panas melalui evaporasi, yang dihasilkan dari keringat ketika suhu meningkat di atas nilai kritis 37°C. Peningkatan suhu tubuh tambahan sebesar 1°C, menyebabkan pengeluaran keringat yang cukup banyak untuk membuang 10 kali kecepatan pembentukan panas tubuh basal.
3. Penurunan pembentukan panas. Mekanisme yang menyebabkan pembentukan panas yang berlebihan, seperti menggigil dan termogenesis kimia, dihambat dengan kuat.
Evaporasi. Merupakan mekanisme pendinginan yang dibutuhkan pada suhu udara yang sangat tinggi. Selama suhu tubuh lebih tinggi dari suhu lingkungan, panas dapat hilang melalui radiasi dan konduksi. Akan tetapi, bila suhu lingkungan lebih tinggi dari suhu tubuh, bukan justru menghilangkan panas, tubuh memperoleh panas melalui radiasi dan konduksi. Dalam keadaan seperti ini, satu-satunya jalan untuk melepaskan panas adalah dengan evaporasi.
Evaporasi melalui kulit dan paru yang tidak kelihatan tidak dapat dikendalikan untuk tujuan pengaturan suhu tubuh karena evaporasitersebut dihasilkan dari difusi molkeul air yang terus menerus melalui permukaan kulit dan sistem pernafasan. Akan tetapi, kehilangan panas melalui evaporasi keringat dapat dikendalikan dengan pengaturan kecepatan berkeringat. (Guyton, 1997)



11 comments:

dhanalarc mengatakan...

wah mkasi bro, dah posting all about kringat dan tetek bengeknya..aq maless bka buku...hehehe

ank kdokteran uns iah? aq d kdoktran ugm yg jg mnganut sistem PBL..

lam knal iah ^^

Sy mengatakan...

waa...tengkyu yaaa...

lam knal juga niy,,aq d FK UMY,pk PBL jga...^_^

Anonim mengatakan...

kayanya hampir semuanya pake PBL ya...

Anonim mengatakan...

hi...mksih posting'n ny..
gx ush repot2 ngetik deh..heee..
lam knl y,aq nax FK bengkulu..n_n

Sandra Suryadana mengatakan...

eh tanya dunk..dalam test perspirasi untuk pasien myelopathy, kandungan apa dalam keringat yang mengubah amylum + yodium jadi warna ungu? itu pertanyaan masterpiece waktu gw ujian lisan minggu lalu..n mpe sekarang belum kejawab juga..mohon bantuannya y..thx before..salam kenal..
-sandra, FK UnAir 2005-

Anonim mengatakan...

Wahh wahh Waahhh.. Txtta kita semua korban pe be el ..
Salam kenal buat smuanya, sy dari fk unhas..

Luqman H I (si Cempe) mengatakan...

bro.... itu dapusnya dari guyton semua ta???
kirim ke emailq y bro....
luckm4n5@gmail.com

Adi Sembodo mengatakan...

dapat bahan tutorial dari sini, thx ya gan!!!

atas ane yang FK UMY angkatan brapa?
ane FK UMY angkatan 2010 salam kenal ^0^v

pu-putrie jo-ijoluntuR mengatakan...

wahh makasee Kak, ada tugas dari guru nihh, pel. kelas 2SMA emang muyeng in ><

makasii bangget

Anonim mengatakan...

ngebantu ka maksih yaa saya lagi belajar buat test kedokteran nih ka :D minta doanya :D

Han Idris mengatakan...

@ Sandra Surayadana :

Residenku yang ngajar bilang kandungan yang berperan dalam ngubah amylum + yodium jadi biru tua itu H20 dari keringat....